Tak Berijin, Aksi Massa PGN di Depan Hotel Princess Keisha, Denpasar Dibubarkan Polisi. Ini Kronologinya

Tak Berijin, Aksi Massa PGN di Depan Hotel Princess Keisha, Denpasar Dibubarkan Polisi. Ini Kronologinya - Hallo sahabat kewanitaan, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Tak Berijin, Aksi Massa PGN di Depan Hotel Princess Keisha, Denpasar Dibubarkan Polisi. Ini Kronologinya, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel IFKNews Sekilas Politik, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Tak Berijin, Aksi Massa PGN di Depan Hotel Princess Keisha, Denpasar Dibubarkan Polisi. Ini Kronologinya
link : Tak Berijin, Aksi Massa PGN di Depan Hotel Princess Keisha, Denpasar Dibubarkan Polisi. Ini Kronologinya

Baca juga


Tak Berijin, Aksi Massa PGN di Depan Hotel Princess Keisha, Denpasar Dibubarkan Polisi. Ini Kronologinya

Beritaterheboh.com - 

Beredar video viral yang diposting akun Bali Tridatu Reborn dengan menuliskan caption, Semoga Bali Aman Telah Terjadi Aksi FPI di daerah Teuku umar HOTEL PRINCESS Panser Panser FPI ingin melakukan aksinya .
TERIMA KASIH GERAK CEPAT POLDA BALI .
#SAFEBALI
#STOPMAKAR
#NKRI

Sementara itu penelusuran redaksi diperoleh info dari laman akun instagram @dewata.terkini disebutkan tentang kronologi kejadian sebagai berikut:

Massa PGN (Patriot Garda Nusantara) yang berjumlah sekitar 40 orang dipimpin oleh Korlap, Gus Yadi mendatangi Hotel Hotel Princess Keisha, Jakan Teuku Umar, Denpasar , Rabu (25/12/2019) sekitar pukul 11.30 Wita.


Mereka kemudian berorasi di depan hotel yang pada intinya menyampaikan bahwa Pancasila tidak boleh diganggu oleh ideologi manapun. Gus Yadi meminta kepada Kepolisian untuk mengambil alih keinginannya sebagai anak bangsa untuk tidak mendatangkan lagi massa dari kelompok 212.

"Saya selaku panglima PGN telah mempersembahkan segenap jiwa dan raga untuk Bangsa Indonesia. Kami mohon agar tidak ada kegiatan semacam ini di Bali. Kami datang bukan karena kami bodoh tapi tergerak karena kami mencintai bangsa kami. Uyghur sudah selesai dan jangan dibahas disini lagi. Bangsa kita sudah tenang, jangan membikin aksi disini, kami datang kesini karena reaksi," teriak Gus Yadi.

Aksi itu pun akhirnya dibubarkan oleh kepolisian karena tidak memiliki ijin.
Kabag Ops Polresta Denpasar, Kompol I Nyoman Gatra, S.H., M.H. menjelaskan hari ini adalah hari raya Natal dan merupakan hari libur nasional dan penyampaian pendapat umum tidak boleh di hari libur nasional. Dalam penyampaian pendapat didepan umum tidak boleh melanggar HAM, moral umum, ketertiban, tidak boleh menyuarakan distengrasi bangsa.

"Kami ucapkan terima kasih kepada PGN, tetapi dalam kesempatan ini tidak kami ijinkan karena kami tau Gus Yadi & temen2 adalah orang terdidik. Kami TNI-Polri siap mengamankan dan kami bertanggung jawab atas keamanan nasional," tegas Kabag Ops Polresta Denpasar dilanjutkan dengan menghitung 1-5 agar membubarkan diri.

Selanjutnya massa PGN membubarkan diri dan meninggalkan Hotel Prinses Keisha pada pukul Pukul 11.56 Wita



Tak Berijin, Aksi Massa di Depan Hotel Princess Keisha, Denpasar Dibubarkan Polisi . . Massa PGN (Patriot Garda Nusantara) yang berjumlah sekitar 40 orang dipimpin oleh Korlap, Gus Yadi mendatangi Hotel Hotel Princess Keisha, Jakan Teuku Umar, Denpasar , Rabu (25/12/2019) sekitar pukul 11.30 Wita. . . Mereka kemudian berorasi di depan hotel yang pada intinya menyampaikan bahwa Pancasila tidak boleh diganggu oleh ideologi manapun. Gus Yadi meminta kepada Kepolisian untuk mengambil alih keinginannya sebagai anak bangsa untuk tidak mendatangkan lagi massa dari kelompok 212. . . "Saya selaku panglima PGN telah mempersembahkan segenap jiwa dan raga untuk Bangsa Indonesia. Kami mohon agar tidak ada kegiatan semacam ini di Bali. Kami datang bukan karena kami bodoh tapi tergerak karena kami mencintai bangsa kami. Uyghur sudah selesai dan jangan dibahas disini lagi. Bangsa kita sudah tenang, jangan membikin aksi disini, kami datang kesini karena reaksi," teriak Gus Yadi. . . Aksi itu pun akhirnya dibubarkan oleh kepolisian karena tidak memiliki ijin. Kabag Ops Polresta Denpasar, Kompol I Nyoman Gatra, S.H., M.H. menjelaskan hari ini adalah hari raya Natal dan merupakan hari libur nasional dan penyampaian pendapat umum tidak boleh di hari libur nasional. Dalam penyampaian pendapat didepan umum tidak boleh melanggar HAM, moral umum, ketertiban, tidak boleh menyuarakan distengrasi bangsa. . . "Kami ucapkan terima kasih kepada PGN, tetapi dalam kesempatan ini tidak kami ijinkan karena kami tau Gus Yadi & temen2 adalah orang terdidik. Kami TNI-Polri siap mengamankan dan kami bertanggung jawab atas keamanan nasional," tegas Kabag Ops Polresta Denpasar dilanjutkan dengan menghitung 1-5 agar membubarkan diri. . . Selanjutnya massa PGN membubarkan diri dan meninggalkan Hotel Prinses Keisha. . . video istimewa . #bali #polisi #bubarkandemo #denpasar #CitizenJournalist
A post shared by dewata.terkini (@dewata.terkini) on


from Berita Heboh https://ift.tt/2Mu2uWm
via IFTTT


Demikianlah Artikel Tak Berijin, Aksi Massa PGN di Depan Hotel Princess Keisha, Denpasar Dibubarkan Polisi. Ini Kronologinya

Sekianlah artikel Tak Berijin, Aksi Massa PGN di Depan Hotel Princess Keisha, Denpasar Dibubarkan Polisi. Ini Kronologinya kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Tak Berijin, Aksi Massa PGN di Depan Hotel Princess Keisha, Denpasar Dibubarkan Polisi. Ini Kronologinya dengan alamat link https://www.kewanitaan.me/2019/12/tak-berijin-aksi-massa-pgn-di-depan.html

0 Response to "Tak Berijin, Aksi Massa PGN di Depan Hotel Princess Keisha, Denpasar Dibubarkan Polisi. Ini Kronologinya"

Posting Komentar